Solid Rock Metal

Gaius: hey cloud

Cloud: iya ada apa?

Gaius: Batu bisa saja terdiam, tapi taukah kau bahwa mereka itu keras kepala.

Cloud: ah

Gaius: mereka hanya menunggu, disini mereka menunggu seseorang berbicara pada mereka, itu satu satunya hal yang dapat mereka lakukan, lebih tepat kalau disebut tabiat batu.

Cloud: aku tak begitu mengerti.

Gaius: tapi seberapa keraspun batu itu, tetap saja batu, maksudku kau hanya perlu berbicara pada mereka. Panaskan mereka dalam api, dan tempa mereka dengan palu.

Cloud: gaius?

Gaius: bahkan batu dapat berubah bentuk, menggunakan palu hanya mempercepat perubahan itu. Tapi memaksa mereka terlalu keras juga tak bisa, lihatlah mata kananku yang buta, itu buktinya. Perubahannya memang sulit, tapi mereka benar benar bisa berubah.

 

“bahkan batu yang keraspun bisa berubah menjadi perhiasan atau pedang yang tajam, tergantung bagaimana memperlakukan mereka”

salah itu sunyi

sesimpel itukah kata kata yang terucap dalam diam wahai embun yang selalu menghiasi malamku?

hari ini aku bertemu dirinya, tak pernah terpikir sejauh ini dia akan kecewa.

 
aku hanya berusaha berlaku baik-benar menurutku, apakah aku salah wahai embun?

 

aku hanya mempersiapkan beberapa hal, sampai aku siap dengan bekalku.

sepatutnya pikir ini terlalu gelisah menyambut hadirnya.

tak sanggup membayangkan diri ini diam bagai sunyinya gulita.

tak ayal pikirku pun membiarkan dirinya menantikan hadirnya diriku.

tanpa keyakinan bahwa wujud ini pun ‘kan hardir tanpa mengurangi waktu.

 

 

aku mengaku salah wahai embun, kali ini kucoba tuk meminta belas kasihan maafmu.

aku ‘tak menolak bila engkau menyisihkanku.

setidaknya beri aku segelintir kepastian.

wahai embun yang selalu menghiasi malam.

the end*

pernah terdengar dialog aneh dua insan berperasaan.
antara laki-laki dan perempuan,.

L: Assalamualaikum.
P: Waalaikumussalam, kak saya m..
L: oh iya saya tau!
P: -_-, saya belum ngomong.
L: oh, iya, hahaha
P: itu..
L: ah, bentar kamu diam dulu.
sebenarnya saya sudah lama menyimpan perasaan cinta buatmu.
P: eh? sesimpel itukah?
L: iya, tapi seperti apa ya, saya tidak mau saya pacaran, menikah pun belum siap. tapi saya tak sanggup
menahan perasaan ini, kamu tau saya itu paling susah berbohong.
P: …
L: saya itu orangnya tak romantis, menyampaikan atau apa lagi disuruh menyimpan rasa itu berat rasanya.
P: @_@, saya juga ada rasa sama kakak sejak lama, sebenarnya..
L: wah saya terkejut ^_^, ya seperti kataku tadi, saya tak mau kita pacaran, menikah saja baiknya kalau kau mau.
tapi saya benar-benar merasa umur saya belum siap, 2-3 tahun lagi tak apalah, saya siap nikah.
tapi saya juga tak tahu apakah saya sanggup menahan selama itu.
P: terlalu banyak kata tapi, -_-‘
L: ya, mau gimana lagi, memang ini adanya.
P: saya harap perasaan kakak tak berubah sampai saat itu tiba.
L: baiknya sih begitu, saya mau kita berjanji sampai tanggal yang ditentukan 3 tahun kedepan, saya mau kita berkomitmen.
bagaimana pun kita harus bisa menjaga jarak normal dan keeping distance antara kita berdua, maupun ke orang lain, karena saya
merasa saya sudah cocok sama kamu.
P: kakak emang maunya sendiri -_-,
L: jadi?
P: …
L: -_-
P: he-em
L: he-em apa, yang jelas laah.
P: iya saya mau.
L: oke, kita bertemu lagi, di tempat ini, tanggal yang sama 3 tahun lagi.
P: ^_^
L: hahaha,. asalamualaikum.
P: waalaikumussalam…

Lalu mereka pergi.
~the END~

white plum blossom

that love is exchange for the things i’ve done for.
always this love.
just loving you.
i’ve done that might bother you, or might helpfull.
I did it all with all of my heartfell

that inocent face while you facing me,
mirroring that you will grow up someday,
its some happines you given me.
when i woke up i always hoping to meet you.
i always wish it was became true.

a man who live like this can only daydreaming..
to be always watching you..
because the white plum will bloom soon.
leaving the grass here alone.
so goodbye, goodbye, goodbye.

hari bernamakan kecewa

Sekarang pagi cerah, entah mengapa alunan musik di kalbu setiap pagi selalu mengiringi derap langkahku, membuat sajak-sajak rindu hati kan menyapa denyut nadi bila kuingat tentang dirinya. miris memang, hati ini serasa hanya berharap namun otak selalu tak mengijinkan fikiran dan imajinasi hati bebas bergerak. mungkin karena memang sejak kecil hati dan fikiran sudah dilatih untuk saling mengingatkan agar tak terjadi kesalah pahaman dengan sang pencipta.

Pagi cerah tak akan pernah menjamin keadaan hati terang seperti mentari, senja itu mengawali kegelisahanku, saat mentari terbenam, hati ini mulai membeku bagai batu.

kucari kesalahan hati, dan bisa jadi aku menemukannya, dingin itu.

 

“apa yang membuatmu terbeku wahai saudaraku?”
 
“bukan membeku, aku hanya mati tak sanggup merasa lagi”
 
“bukankah semua sudah jelas disini, kau membeku saudaraku”
 
“ini bukan tentang membeku, seandainya dia tau aku kecewa, perih dan aku ternyata tak menyadarinya”
 
“hangatkan dirimu, kau tau, dingin itu bisa melenyapkanmu”
 
“aku hanya kecewa, tak sanggup lagi aku memberikan kepercayaan padanya”
 
“bertahanlah saudaraku, aku tau kau sanggup lebih dari itu”
 
“tak masalah bila aku kecewa, tapi seandainya saat itu aku hanya sendiri”
 
“itu tak menjelaskan apapun”
 
“mungkin karena aku terlalu banyak berharap, aku percaya padanya melebihi insan manapun”
 
“itu kau bangun agar kau bisa belajar saudaraku, jangan pernah menyesalinya”
 
“ego ini mengalahkan kepercayaanku padanya, tak baik memang, tapi aku mati bila dipermalukan di depan orang lain”
 
“terkadang setiap orang punya alasannya sendiri saudaraku, kau tahu-realita”
 
“mungkin benar, untuk masa ini aku lebih baik memperbaiki sendiri, kecewa ini takkan pernah kubagi”

 

Dingin malam itu, mengalir bagai batu.

Antara Orang Ketiga Pertama dan Hatiku [#repost]

Allah mengingatkanku,

Jangan terlena akan tantangan dunia.

Tujuanmu itu tidak sama dengan ambisimu.

Melupakan apa yang perlu dan mendapat apa yang belum kau butuhkan terlalu.

.

Allah menghentakku.

Belajarlah adil pada diri dan waktu.

Ambisi akan ada saat tujuan terpenuhi.

.

Allah menyindirku,

Memberikan perih yang mungkin kau lupakan.

Dia tak akan pergi kemana mana

kalau memang waktunya dia “akan indah pada saatnya” disana.

kasih tak sampai memang mudah menghilang.

Tapi tak sampai membuatnya benar benar menghilang.

.

Mereka berkata

Orang baik akan dipasangkan dengan orang baik.

Itu benar dan terbukti adanya.

.

Dia tetap disana tak akan kemana mana.

Kalau kau memang pantas untuknya.

.

.

Nyatanya.

Kau tak pantas untuk dirinya.

Menghilanglah dari muka bumi

Untuk saat ini.

Berjanjilah pada kenyataan.

Kau seperti ini sekarang.

Tak pantas untuk siapapun.

.

Dia berkata.

Kapan kau sadar.

Berubahlah atau tidur dan jangan pernah bangun kembali.

.

Allah memberikan peringatan padamu.

Disaat genting.

Menyangkut tujuanmu.

Mengambil separo ragamu, separo nafasmu, separo tenagamu, semua ingatanmu.

Hanya bisa bergerak tanpa berpikir

Hanya bisa hadir tanpa ada artinya kau bila hadir.

Hanya dan tak bernilai.

.

Bagaimana bila sudah terjadi.

Patutkah kau ulangi.

Aku HATImu bukan budakmu.

Ingatlah Semua maka Aku masih ada.

 

MT Muchtar

Manusia Munafik [#repost]

Tak tahu mengapa

‘ku hanya ingin memulai saja

Ingin jujur padanya tak ingin lepas

Sedikit menjauh namun tetap terbuka

Tapi terasa ada yang menghalang

Tak takut, tapi selalu takut tuk memulai

Meski tau hasil akan separo kemungkinan saja

Tertusuk atau Tertoreh

‘pada diri tulang rusuk yang BerkeTetapan hati

Secara gamblang

Disetujuipun hanya Dzat Yang Maha Kuasa yang berkehendak

Terlepas apa yang akan dilangkahkan dikekang ataupun tidak

Hanya Nya lah yang maha adil

Dirikupun hanya Hamba yang tak berhak menentukan takdir

Namun Ku berusaha tak Munafik

‘ku juga manusia biasa

Tanpa hati

Gelap hati

Membutuhkan Keteguhan Hati

by: MT Muchtar